Mengabdi dengan Hati: KSEI UIE UINSU Sukses Gelar PEMA 2025 di Desa Patumbak I
KABAR UIE — Medan — Kelompok Studi Ekonomi Islam Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (KSEI UIE UINSU) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PEMA) pada 12–14 Desember 2025. Kegiatan ini berlangsung di Desa Patumbak I, tepatnya di Dusun III, dengan melibatkan masyarakat desa, aparatur desa, serta pelaku UMKM setempat.
Rangkaian kegiatan PEMA diawali dengan sesi kata sambutan yang disampaikan oleh Dr. Syahbudi, M.A. selaku Pembina KSEI UIE UINSU, Alif Al Yasin Sipahutar selaku Presiden KSEI UIE UINSU periode 2024–2025, serta Zaki Maulana selaku Ketua Panitia PEMA 2025. Dalam sambutannya, para narasumber menegaskan pentingnya pengabdian sebagai bentuk implementasi nilai keilmuan dan kepedulian sosial mahasiswa kepada masyarakat.
Salah satu agenda utama PEMA adalah kegiatan seminar bertema Regulasi dan Sistem Jaminan Proses Produk Halal yang dibawakan oleh Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H). Seminar ini disampaikan oleh Annisa Aulia Sitorus dan mendapat antusiasme tinggi, khususnya dari pelaku UMKM yang ingin memahami lebih dalam terkait regulasi halal dan proses sertifikasi produk.
Selain itu, KSEI UIE UINSU juga melaksanakan kegiatan edukatif di lingkungan sekolah berupa literasi keuangan dan edukasi cara merawat uang sejak dini. Kegiatan ini bertujuan menanamkan pemahaman dasar pengelolaan keuangan kepada anak-anak agar lebih bijak dan bertanggung jawab dalam menggunakan uang.
Melalui pelaksanaan PEMA ini, sejumlah capaian berhasil diraih, di antaranya terjalinnya hubungan kekeluargaan dan kedekatan antara panitia PEMA dengan masyarakat serta aparatur desa, meningkatnya pemahaman masyarakat mengenai literasi keuangan, bertambahnya wawasan pelaku UMKM terkait regulasi dan Sistem Jaminan Proses Produk Halal, terselenggaranya festival anak yang edukatif dan menyenangkan, serta teridentifikasinya potensi dan kebutuhan UMKM desa sebagai bahan tindak lanjut program ke depan.
Tidak hanya bersifat edukatif, PEMA 2025 juga dikemas dengan berbagai kegiatan yang bersifat rekreatif dan mempererat kebersamaan. Kegiatan tersebut meliputi senam bersama masyarakat Desa Patumbak I, festival anak yang berkolaborasi dengan Badan Kemakmuran Masjid (BKM) dan Remaja Masjid, serta kunjungan ke pelaku UMKM desa yang turut memberikan oleh-oleh khas lokal kepada panitia.
Menteri Kementerian Luar Negeri KSEI UIE UINSU, Cici El Dirrah, menyampaikan kesan positif terhadap pelaksanaan PEMA tahun ini. Ia menilai PEMA 2025 memiliki nuansa kekeluargaan yang lebih kuat dibandingkan tahun sebelumnya. Menurutnya, kebersamaan antaranggota yang terbangun dengan baik serta kerja sama tim yang solid menjadi kunci kelancaran dan kebermaknaan seluruh rangkaian kegiatan.
Lebih lanjut, Cici El Dirrah menyampaikan pesan bahwa program PEMA ini menjadi penutup dari rangkaian pengabdian Kementerian Luar Negeri sekaligus PEMA terakhir baginya di Wadah Biru. Ia berharap semangat inovasi dan pengabdian yang telah dirintis dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan oleh pengurus selanjutnya, sehingga PEMA ke depan semakin berdampak, berkelanjutan, serta tetap menjunjung tinggi nilai kekeluargaan dan kolaborasi.



Kerennđź’™
BalasHapus